Kebudayaan
dan Adat Pernikahan Betawi
Ilmu
Budaya Dasar
Kelas : 1IA23
Anggota
Ahmad Septian
Bella Katriana
Fitri
Dede Khairuddin
Dimas Mulya
Putra
Gilang Bariqie
Bintang
Muhammad Nur
Setiawan
Shidqi Musaid
Yasinta
Anggraeni
Fakultas
Teknologi dan Industri
Universitas
Gunadarma
Jln.
KH. Noer Ali, Kalimalang Bekasi Telp. (021) 88860117
Betawi
A. Kebudayaan
Betawi
Merupakan
komunitas penduduk di Jawa (Pulau Nusa Jawa) yang berbahasa Melayu, dikemudian
hari disebut sebagai orang Betawi. Orang Betawi ini disebut juga sebagai orang
Melayu Jawa. Merupakan hasil percampuran antara orang-orang Jawa, Melayu, Bali,
Bugis, Makasar, Ambon, Manado, Timor, Sunda, dan mardijkers (keturunan
Indo-Portugis) yang mulai menduduki kota pelabuhan Batavia sejak awal abad
ke-15. Di samping itu, juga merupakan percampuran darah antara berbagai etnis:
budak-budak Bali, serdadu Belanda dan serdadu Eropa lainnya, pedagang Cina atau
pedagang Arab, serdadu Bugis atau serdadu Ambon, Kapten Melayu, prajurit
Mataram, orang Sunda dan orang Mestizo. Sementara
itu mengenai manusia Betawi purbakala, adalah sebagaimana manusia pulau Jawa
purba pada umumnya, pada zaman perunggu manusia Betawi purba sudah mengenal
bercocok tanam. Mereka hidup berpindah-pindah dan selalu mencari tempat hunian
yang ada sumber airnya serta banyak terdapat pohon buah-buahan.
Orang
Betawi sebagian besar menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen;
Protestan dan Katholik juga ada namun hanya sedikit sekali. Mata pencaharian
orang Betawi dapat dibedakan antara yang berdiam di tengah kota dan yang
tinggal di pinggiran. Di daerah pinggiran sebagian besar adalah petani
buahbuahan, petani sawah dan pemelihara ikan.
A. Seni dan
Kebudayaan
a) Musik
Dalam bidang kesenian, misalnya,
orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni usic
Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi usic Arab, Keroncong
Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang
ke-Belanda-an. Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti “Kicir-kicir”.
b) Seni Tari
Seni tari di Jakarta merupakan
perpaduan antara nsure-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya
tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek dan
lain-lain.
c) Drama
Drama tradisional Betawi antara
lain Lenong dan Tonil.
d) Cerita Rakyat
Cerita rakyat yang berkembang di
Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal
cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan
jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal
“keras”.
e) Senjata Tradisional
Senjata khas Jakarta adalah bendo
atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.
f) Makanan
Salah satu ciri dari makanan khas
Jakarta adalah memiliki rasa yang gurih. Makanan-makanan khas dari Betawi /
Jakarta di antaranya adalah : kerak telor, kembang goyang, roti buaya, kue
rangi
2.6 Bahasa
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi
adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil
perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain
di Nusantara maupun kebudayaan asing.
B.
Pernikahan
Betawi
Narasumber : Rio
Raditya (selaku Pemilik Kostan )
Mahasiswa :
assalamualaikum. Permisi pak, kami dari mahasiswa gunadarma lagi ada tugas dari
kampus , mau nanya sediki tentang adat pernikahan betawi. Apa bapa bersedia?
Narasumber : ya,
saya bersedia, apa yang ingin ditanyakan sama adek-adek ini ?
Mahasiswa : apa
saja sih pak tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam upacara adat pernikahan
betawi :
Narrasumber : jadi
tahapan yang diharus dilalui dalam pernikahan adat betawi itu yang pertama ada ngelamar, bawa tande putus, siraman, ngerudat,
akad Nikah, negor, Palang Pintu,
Mahasiswa : bisa
tolong dijelaskan satu persatu pak mengenai tahapan tersebut ?
Narasumber : yang
paling pertama itu kita harus punya calon pasangannya ya dek kalo kita mau
nikah, terus nanti ada acara ngelamar dari pihak keluarga pria ke keluarga wanita,
terus ada bawa tande putus itu maksudnya tanda yang mengibaratkan anak wanita
yang sudah dilamar udah ga boleh lagi diganggu oleh laki-laki yang lain, terus
ada lagi tuh acara siraman yang diadakan sehari sebelum akad nikah itu biasanya
diawali dengan pengajian, terus ada lagi acara ngerudat itu proses
iring-iringan rombongan calon mempelai laki-laki ke kediaman calon pengantin
wanita, terus ada lagi acara akad nikah nh biasanya nih sebelum akad nikah ada
prosesnya lagi namanya masa dipiare atau caon mempelai wanita dirias dulum
terus acara dimandiin dimana acara ini mempelai wanita berpuasa selama
seminggu, terus ada acara kum atau mandi uap agar membersihan mempelai wanita ,
kemudian ada lagi namanya malam pacar mempelai wanita harus mewarnai kuku kaki
sama kuku tangannya nah setelah acara pra nikah dilaksanakan baru deh akad
nikah dilakukan selanjutnya ada lagi acara negor namanya dibiasanya dilakuin
sehari setelah akad nikah biasanya. Terus ada lagi acara palang pintu nah ini
acara yang paling seru disini pengantin pria harus lolos ujian palang pintu dek
di acara ini rombongan pria didepan pintu dihalangi sama wakil pihak si wanita
awalnya balas balasan pantun, terus dilanjutin aktraksi slat antara jago dari
pihak pria dan pihak wanita.
Mahasiswa : pak
saya pernah denger urutan tahapan pernikahan adat betawi tapi ada beberapa
tahapan yang beda itu, apa emang adat betawi itu adatnya beda-beda yang pak ?
Narasumber : iya
emang beda –beda dek, betawi ada banyak, ada cinere, merunda, calingcing,
durikosambi, kedoya, apa lagi ya? Oh conder juga itu termasuk betawi.
Mahasiswa : oiya
pak, apa acara pang pintu saat ini masih sama dengan palang pintu dulu ?
Narasumber :
pastinya udah ga sama lah dek, karena kan zaman makin berkembang yam jadi pasti
ada perubahannya juga.
Mahasiswa : oh
seperti itu, baik pak, kami sudah mulai paham tentang adat betawi. Terima kasih
pak sudah mau menjawab semua pertanyaan dari kami, maaf udah mengganggu
waktunya.
Narasumber : iya
dek sama-sama ya..


