Kamis, 26 Mei 2016

kebudayaan dan adat pernikahan betawi



Kebudayaan dan Adat Pernikahan Betawi
Ilmu Budaya Dasar

Kelas          : 1IA23
Anggota
Ahmad Septian
Bella Katriana Fitri
Dede Khairuddin
Dimas Mulya Putra
Gilang Bariqie Bintang
Muhammad Nur Setiawan
Shidqi Musaid
Yasinta Anggraeni

Fakultas Teknologi dan Industri
Universitas Gunadarma
Jln. KH. Noer Ali, Kalimalang Bekasi Telp. (021) 88860117


Betawi
A.   Kebudayaan Betawi
Merupakan komunitas penduduk di Jawa (Pulau Nusa Jawa) yang berbahasa Melayu, dikemudian hari disebut sebagai orang Betawi. Orang Betawi ini disebut juga sebagai orang Melayu Jawa. Merupakan hasil percampuran antara orang-orang Jawa, Melayu, Bali, Bugis, Makasar, Ambon, Manado, Timor, Sunda, dan mardijkers (keturunan Indo-Portugis) yang mulai menduduki kota pelabuhan Batavia sejak awal abad ke-15. Di samping itu, juga merupakan percampuran darah antara berbagai etnis: budak-budak Bali, serdadu Belanda dan serdadu Eropa lainnya, pedagang Cina atau pedagang Arab, serdadu Bugis atau serdadu Ambon, Kapten Melayu, prajurit Mataram, orang Sunda dan orang Mestizo. Sementara itu mengenai manusia Betawi purbakala, adalah sebagaimana manusia pulau Jawa purba pada umumnya, pada zaman perunggu manusia Betawi purba sudah mengenal bercocok tanam. Mereka hidup berpindah-pindah dan selalu mencari tempat hunian yang ada sumber airnya serta banyak terdapat pohon buah-buahan.
Orang Betawi sebagian besar menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katholik juga ada namun hanya sedikit sekali. Mata pencaharian orang Betawi dapat dibedakan antara yang berdiam di tengah kota dan yang tinggal di pinggiran. Di daerah pinggiran sebagian besar adalah petani buahbuahan, petani sawah dan pemelihara ikan.
A. Seni dan Kebudayaan
a)      Musik
            Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni usic Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi usic Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti “Kicir-kicir”.
b)      Seni Tari
            Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara nsure-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek dan lain-lain.
c)      Drama
            Drama tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil.
d)     Cerita Rakyat
            Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal “keras”.
e)      Senjata Tradisional
            Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.
f)       Makanan
        Salah satu ciri dari makanan khas Jakarta adalah memiliki rasa yang gurih. Makanan-makanan khas dari Betawi / Jakarta di antaranya adalah : kerak telor, kembang goyang, roti buaya, kue rangi
2.6       Bahasa
            Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
B.   Pernikahan Betawi
Narasumber : Rio Raditya (selaku Pemilik Kostan )

Mahasiswa : assalamualaikum. Permisi pak, kami dari mahasiswa gunadarma lagi ada tugas dari kampus , mau nanya sediki tentang adat pernikahan betawi. Apa bapa bersedia?

Narasumber : ya, saya bersedia, apa yang ingin ditanyakan sama adek-adek ini ?

Mahasiswa : apa saja sih pak tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam upacara adat pernikahan betawi :

Narrasumber : jadi tahapan yang diharus dilalui dalam pernikahan adat betawi itu yang pertama ada  ngelamar, bawa tande putus, siraman, ngerudat, akad Nikah, negor, Palang Pintu,

Mahasiswa : bisa tolong dijelaskan satu persatu pak mengenai tahapan tersebut ?

Narasumber : yang paling pertama itu kita harus punya calon pasangannya ya dek kalo kita mau nikah, terus nanti ada acara ngelamar dari pihak keluarga pria ke keluarga wanita, terus ada bawa tande putus itu maksudnya tanda yang mengibaratkan anak wanita yang sudah dilamar udah ga boleh lagi diganggu oleh laki-laki yang lain, terus ada lagi tuh acara siraman yang diadakan sehari sebelum akad nikah itu biasanya diawali dengan pengajian, terus ada lagi acara ngerudat itu proses iring-iringan rombongan calon mempelai laki-laki ke kediaman calon pengantin wanita, terus ada lagi acara akad nikah nh biasanya nih sebelum akad nikah ada prosesnya lagi namanya masa dipiare atau caon mempelai wanita dirias dulum terus acara dimandiin dimana acara ini mempelai wanita berpuasa selama seminggu, terus ada acara kum atau mandi uap agar membersihan mempelai wanita , kemudian ada lagi namanya malam pacar mempelai wanita harus mewarnai kuku kaki sama kuku tangannya nah setelah acara pra nikah dilaksanakan baru deh akad nikah dilakukan selanjutnya ada lagi acara negor namanya dibiasanya dilakuin sehari setelah akad nikah biasanya. Terus ada lagi acara palang pintu nah ini acara yang paling seru disini pengantin pria harus lolos ujian palang pintu dek di acara ini rombongan pria didepan pintu dihalangi sama wakil pihak si wanita awalnya balas balasan pantun, terus dilanjutin aktraksi slat antara jago dari pihak pria dan pihak wanita.

Mahasiswa : pak saya pernah denger urutan tahapan pernikahan adat betawi tapi ada beberapa tahapan yang beda itu, apa emang adat betawi itu adatnya beda-beda yang pak ?

Narasumber : iya emang beda –beda dek, betawi ada banyak, ada cinere, merunda, calingcing, durikosambi, kedoya, apa lagi ya? Oh conder juga itu termasuk betawi.

Mahasiswa : oiya pak, apa acara pang pintu saat ini masih sama dengan palang pintu dulu ?

Narasumber : pastinya udah ga sama lah dek, karena kan zaman makin berkembang yam jadi pasti ada perubahannya juga.

Mahasiswa : oh seperti itu, baik pak, kami sudah mulai paham tentang adat betawi. Terima kasih pak sudah mau menjawab semua pertanyaan dari kami, maaf udah mengganggu waktunya.

Narasumber : iya dek sama-sama ya..